Memilih Bahan Penutup Lantai yang Cocok

  1. Keramik

Keramik merupakan bahan yang banyak digunakan karena sifatnya yang cocok dengan iklim di Indonesia. Perawatannya pun mudah. Kita hanya perlu menyapu dan mengepelnya secara teratur. Sikat nilon dapat digunakan untuk membersihkan lantai keramik. Sebaiknya jangan menggunakan sikat yang terlalu kasar karena bisa menggores lantai.

Sumber : www.google.co.id/search?q=keramik

Untuk ruang yang terkena air secara langsung, sebaiknya menggunakan keramik yang bertekstur kasar agar tidak licin.  Sedangkan untuk ruangan yang lain seperti ruang tamu, ruang tidur, dan ruang keluarga sebaiknya digunakan lantai bertekstur halus. Namun keramik termasuk material keras saat dipijak dan cenderung menciptakan kesan dingin pada ruang.

        2 .Tegel

Dahulu, tegel merupakan material yang umum dipakai sebagai penutup lantai. Jika dibandingkan dengan keramik, penampilan tegel lebih natural.Tegel sangat kental dengan kesan tradisional dan material ini lebih dingin daripada keramik. Namun material ini lebih sulit dipotong daripada keramik.Kita juga harus melapisinya dengang lasir atau coating untuk membuatnya lebih kedap air.

Sumber : www.google.co.id/search?q=tegel

        3. Marmer

Marmer merupakan jenis yang pas untuk mewujudkan kesan elegan di dalam ruangan. Namun material ini terbilang mahal dan harus ditangani dengan ekstra hati-hati.Sebaiknya Anda menggunakan jasa pemasangan marmer yang professional mengingat biaya perbaikannya lebih mahal, apalagi jika Anda harus membeli pengganti marmer yang rusak. Gunakan sapu yang halus dan kain pel yang lembab untuk membersihkannya. Cairan pembersih lantai yang terlalu keras bahkan dapat membuat warna marmer pudar.

Sumber : www.google.co.id/search?q=marmer

       4. Terakota

Warnanya yang menyerupai tanah menjadi keunikan material ini. Pori-pori pada permukaan terakota membuat material ini terasa dingin. Pori-pori ini yang membuat permukaan terakota tidak keras dan nyaman dipijak. Untuk perawatannya, sebaiknya material ini diberi lapisan pelindung terlebih dahulu. Agar mendapat hasil yang maksimal, dibutuhkan pelapisan rutin selama 6 minggu pada terakota yang baru. Setelah itu, cukup 6 minggu sekali. Sikat yang terlalu kasar juga harus dihindari karena dapat menggores permukaan terakota Anda.

Sumber : www.google.co.id/search?q=terakota+lantai

         5. Granit

Sama seperti marmer, material ini juga sensitive terhadap noda. Namun tampilan permukaan yang berkilau seperti Kristal membuat granit menjadi istimewa. Dari segi perawatan, granit lebih mudah daripada marmer. Namun material ini cukup mahal, sehingga sebaiknya pemasangannya pun dilakukan oleh tukang yang sudah terbukti pengalamannya

Sumber : www.google.co.id/search?q=granit

          6. Batu Kapur (Limestone)

Batu kapur adalah salah satu jenis batu alam yang sangat tahan lama dan awet. Material ini cocok untuk semua gaya hunian karena bersifat netral. Namun material ini memiliki bobot yang berat, sehingga sangat riskan jika digunakan di lantai dua. Pemasangannya juga cukup sulit karena selain berat, batu kapur juga dijual dalam bentuk lempengan besar.

Sumber : www.google.co.id/search?noj=1&biw=1366&bih=628&tbm=isch&sa=1&q=batu+kapur+(limestone)+lantai

          7. Kayu

Elegan dan menghangatkan suasana menjadi kan kayu material favori tuntuk penutup lantai. Daya tahannya pun dapat diandalkan, asalkan proses pengawetannya sesuai dengan standar.

Kayu sebagai penutup lantai dapat dibuat dari semua jenis kayu. Kayu durian dan agatis misalnya, termasuk kedalam kategori softwood. Sedangkan bengkirai, jati, merbabu, dan eboni yang termasuk dalam kategori hardwood. Selain itu kita juga bisa mengecat material ini.

Sumber : www.google.co.id/search?noj=1&biw=1366&bih=628&tbm=isch&sa=1&q=kayu+untuk+lantai

         8. Teraso

Teraso adalah material penutup lantai yang menyerupai batu alam. Teraso memang mempunyai ciri khas finishing yang tampak butiran-butiran marmer atau granit sehingga memiliki tampilan menawan.

Teraso dapat dicor langsung pada permukaan lantai yang akan ditutup atau dipasang seperti keramik dengan menggunakan teraso yang sudah dicetak. Namun keuntungan sistem cor adalah Anda dapat mendapatkan dimensi plat teraso yang besar. Setelah terpasang, teraso harus diratakan dengan mesin khusus yang kemudian akan dilapisi polish khusus agar mengkilap.

Sumber : www.google.co.id/search?noj=1&biw=1366&bih=628&tbm=isch&sa=1&q=lantai+teraso&oq=lantai+teraso

          9. Beton

Walaupun tampilannya berkesan monoton, beton justru sangat fleksibel dan bisa diolah dengan banyak cara termasuk memainkan warna dan teksturnya.

Sumber : www.google.co.id/search?noj=1&biw=1366&bih=628&tbm=isch&sa=1&q=lantai+beton

Merawat lantai beton pun tidak sulit. Kita juga boleh menggunakan sapu lidi atau sapu yang kaku untuk membersihkan tanah yang terselip. Dan bercak-bercak pada lantai beton justru menjadi unsur estetis yang belum tentu terdapat di material lain. Material ini sangat cocok untuk menahan beban yang berat. Kita juga bisa memadukannya dengan karpet untuk kenyamanan.

 

Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan Anda tentang bahan penutup lantai yang cocok  untuk menambah keindahan dan kenyamanan rumah Anda. Semoga Bermanfaat.

 

 

Disajikan oleh : CV. KMS (dimbil dari berbagai sumber)

LANTAI: Jenis Penutup Lantai

× Chat WA Langsung Klik