Jenis-Jenis Dinding Penahan Tanah

Dinding penahan tanah merupakan salah satu struktur yang berfungsi untuk menjaga kestabilan dari suatu timbunan tanah, sehingga timbunan tersebut tidak bergerak atau longsor.

Tingginya timbunan tanah di belakang dinding penahan cenderung menimbulkan geser dan momen guling pada struktur dinding penahan tanah.

Struktur dinding penahan tanah juga kerap ditemui pada bagian abutmen jembatan serta sebagai struktur dinding basement pada struktur gedung bertingkat.

Jenis-jenis Dinding Penahan Tanah
  • Dinding gravitasi (gravity walls) umumnya terbuat dari beton polos atau dari batu belah. Kekuatan dinding gravitasi sepenuhnya tergantung dari berat sendiri dinding ini. Pada umumnya dinding gravitasi berbentuk trapesium. Dimensi dinding direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan tegangan tarik akibat gaya yang bekerja pada dinding (Gambar 14.1.a).
  • Dinding kantilever (cantilever walls), merupakan dinding penahan tanah beton bertulang yang paling banyak digunakan karena keekonomisan dan kemudahan dalam pelaksanaannya. Dinding jenis ini cocok digunakan untuk menahan timbunan tanah dengan ketinggian 2,5 – 6,0 meter. Dinding kantilever dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu bagian dinding vertikal, ujung kaki depan (toe) serta tumit belakang (heel). Proporsi dimensi dari dinding kantilever ditunjukkan dalam Gambar 14.1.b.
  • Dinding kantilever dengan rusuk (counterfort retaining walls), untuk tinggi timbunan tanah yang melebihi 6,0 meter, maka pada bagian dasar dari dinding vertikal akan timbul momen lentur yang cukup besar sehingga desain akan menjadi tidak ekonomis. Salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan menambahkan rusuk di belakang dinding vertikal yang akan mengikat bagian dinding vertikal dengan bagian telapak dari dinding. (Gambar 14.1.c).

 

Sumber : Slide-TSP407-Struktur-Beton-Lanjutan-TSP-407

× Chat WA Langsung Klik